Perihal Patah Hati dan Puisi Lainnya



Penulis : Elly

PERIHAL PATAH HATI

Perihal patah hati
Pernah dengan tulus aku mencintai
Begitu tabah ku simpan rasa dalam sembunyi
Ku perjuangkan ia setengah mati
Sayangnya, ia tetap tak peduli

Perihal patah hati
Dengan suka rela aku merapuh
Sebab telah ku serahkan harapan dengan utuh
Pada seorang lelaki yang hatinya tak tersentuh
Meski telah ku tuliskan ribuan puisi, ia tak juga luluh

Perihal patah hati
Ku kenangkan sebuah luka yang membekas
Lantaran rasa yang tulus tak bertemu balas
Ia terhempas begitu cadas
Meski telah ku pertahankan serupa memelas

Tuan, saya pernah patah hati
Mengertilah...
Saya hanya takut patah lagi
Yogyakarta, Februari 2020

Abu-Abu
Manusia, dengan segala isi kepala dan hatinya
Lebih muskil dari teka-teki apapun di dunia.
Dan kau salah satunya

Beberapa hal darimu seolah menginginkan “kita”
Tapi aku adalah si keras kepala yang susah sekali percaya
Sedangkan kau tak jua mau bicara
Aku terjebak antara yakin dan ragu
Iya dan tidak

Bertahan atau meninggalkan
Serupa kincir angin yang terus berputar pada porosnya.
kau tak pernah menjelma arah
Barangkali memang kaulah angin itu
Berhembus sesukanya

Yogyakarta, September 2020

Baca juga :
Belajar dari Mimpi yang Akhirnya Terwujud


MENYERAH

Tuan, sekarang hari apa?
Biar saya catat dalam kalender hidup saya
Akan saya lingkari dengan nama
“Hari terakhir bahagia”

Tuan, setelah singgah di saya
Tuan hendak kemana?
Bukankah tuan tak pandai memahami wanita?
Berhati-hatilah tuan, jangan bermain-main dengan rasa

Tuan, ini saya titipkan segenap kenangan
Sedikit harapan serta seberkas perasaan
Jaga baik-baik!
Semoga bermanfaat diperjalanan

Jika tuan bosan, tak apa, jangan dipaksakan
Saya tak bisa menerima rasa yang lahir dari kesepian
Jika tuan tak suka, tak apa
Saya ingin tuan bahagia, itu saja

Yogyakarta, April 2020

Baca juga :
- Sebuah Seni Memahami Perempuan
- Lewis Capaldi dan Lambang Harapan


SEPERSEKIAN DETIK

Sepersekian detik,
Tawa renyah mu terdengar
Segera ku tutup telinga.

Sepersekian detik,
Wajahmu melintasi khayal
Aku segera membuka mata

Sepersekian detik,
Bekas genggammu menusuk telapak tangan, sedang yg ku peluk hampa jua

Hanya sepersekian detik,
Namun rindu yang datang setelahnya begitu mengusik

Menoreh pilu,
Kembali lebam segumpal hati yang sempat sembuh itu.

Yogyakarta, 22 September 2020
Baca juga :
- Cowok Suka Masak Dipuji, Cewek Suka Masak Kok Disepelekan?
- MAKAN PAGI PITO



Nama lengkap
Halimatus Sakdiyah EM,
biasa dipanggil Elly.

Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam.

Bukan siapa-siapa dan tidak punya prestasi apa-apa, dia hanya manusia tidak konsisten yang ingin jadi penulis tapi jarang sekali menulis.


Baca juga :
Harta, Kasta, Dan Cinta!