Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sepersekian Detik dan Menyerah

Perihal Patah Hati

Penulis :Elly


SEPERSEKIAN DETIK

Sepersekian detik,
Tawa renyah mu terdengar
Segera ku tutup telinga.

Sepersekian detik,
Wajahmu melintasi khayal
Aku segera membuka mata

Sepersekian detik,
Bekas genggammu menusuk telapak tangan, sedang yg ku peluk hampa jua

Hanya sepersekian detik,
Namun rindu yang datang setelahnya begitu mengusik

Menoreh pilu,
Kembali lebam segumpal hati yang sempat sembuh itu.

Yogyakarta, 22 September 2020

Baca juga :
- Cowok Suka Masak Dipuji, Cewek Suka Masak Kok Disepelekan?
- MAKAN PAGI PITO


MENYERAH

Tuan, sekarang hari apa?
Biar saya catat dalam kalender hidup saya
Akan saya lingkari dengan nama
“Hari terakhir bahagia”

Tuan, setelah singgah di saya
Tuan hendak kemana?
Bukankah tuan tak pandai memahami wanita?
Berhati-hatilah tuan, jangan bermain-main dengan rasa

Tuan, ini saya titipkan segenap kenangan
Sedikit harapan serta seberkas perasaan
Jaga baik-baik!
Semoga bermanfaat diperjalanan

Jika tuan bosan, tak apa, jangan dipaksakan
Saya tak bisa menerima rasa yang lahir dari kesepian
Jika tuan tak suka, tak apa
Saya ingin tuan bahagia, itu saja

Yogyakarta, April 2020

Baca juga :
- Sebuah Seni Memahami Perempuan
- Lewis Capaldi dan Lambang Harapan


Nama lengkap
biasa dipanggil Elly.

Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam.

Bukan siapa-siapa dan tidak punya prestasi apa-apa, dia hanya manusia tidak konsisten yang ingin jadi penulis tapi jarang sekali menulis.


mainmain
mainmain menginspirasi dengan kreativitas

Posting Komentar untuk "Sepersekian Detik dan Menyerah"